banner 728x250

Kejari Jakbar RJ 2 Perkara dari 3 Tersangka Pidum

IMG-20230802-WA0026
IMG-20230802-WA0025

JAKARTA – Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM Pidum) Kejaksaan RI, Fadhil Zumhana, kembali menyetujui 24 perkara penghentian penuntutan dalam kasus pidana umum, melalui penerapan Keadilan Restoratif atau Restoratif Justice (RJ), pada Rabu (2/8/2023).

Dari 24 perkara tersebut, ada dua perkara yang diajukan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (Kejari Jakbar) terhadap 3 tersangka tindak Pidana umum (Pidum). Dengan demikian hingga saat ini sudah 39 perkara yang di RJ di Kejari Jakbar.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakbar Dr Iwan Ginting SH, MH melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Jakbar, Lingga Nuarie SH, MH menyatakan perkara yang di RJ saat ini diantaranya perkara tindak pidana pencurian dengan tersangka Engga bin Matsani yang melanggar Pasal 362 KUHP.

Kasus Posisi

Menurut Lingga, kasusl itu berawal saat tersangka dihubungi oleh ibu tersangka agar pulang karena bapak tersangka sedang kambuh penyakitnya. Saat berjalan melintas di kontrakan, tersangka melihat 1 unit sepeda motor merk Mio yang terparkir di teras yang kuncinya masih menggantung di sepeda motor.

“Karena melihat situasi kontrakan yang sepi, tersangka mengambil sepeda motor tersebut dan menjualnya kepada Leon seharga Rp. 500 ribu. Tersangka melakukan perbuatannya tersebut karena membutuhkan biaya pengobatan bagi kedua orangtuanya yang sedang sakit,” ujarnya.

Menurur Lingga akibat perbuatan tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp. 3 juta. Nah, berdasarkan hal itu pelaksanaan RJ menghasilkan kesepakatan untuk melakukan perdamaian antar pihak tersangka Engga dengan pihak korban Kasmati, serta sepakat menyelesaikan perkara ini diluar Pengadilan.

Kasus Penipuan

Selain itu, Kejari Jakbar juga telah melakukan ekspose perkara RJ atas tindak pidana penipuan dengan nama tersangka Rahman Ishak Bin Roni Rozaili dan tersangka Ridwan Arifin Bin Toni Salim yang melanggar Pasal 378 KUHP.

Menurut Lingga kasus posisi tersangka Rahman Ishak bersama tersangka Ridwan Arifin yang sedang mengendarai motor melihat korban Muhamad Niki Juliansyah sedang bermain handphone (HP).

Lantas, kedua tersangka mendekati korban dan meminjam HP tersebut untuk menghubungi temannya. Karena percaya dengan perkataan tersangka, korban menyerahkan handphonenya.

“Pada saat handphone diserahkan, tersangka Rahman Ishak yang duduk dibelakang sepeda motor memberi kode dengan mencolek tersangka Ridwan Arifin agar segera kabur,” jelas Lingga.

Bahwa tersangka Rahman Ishak melakukan perbuatan tersebut karena bekerja serabutan dan harus menafkahi 1 anaknya. Dan tersangka Ridwan Arifin mempunyai anak yang masih berumur 2 tahun dan tersangka tinggal di sebuah kontrakan yang sudah menunggak 3 bulan.

“Akibat perbuatan tersangka tersebut, korban Muhamad Niki Juliansyah mengalami kerugian sebesar Rp. 2.500.000,” ujarnya.

Berdasarkan hal itu, pelaksanaan RJ menghasilkan kesepakatan untuk melakukan perdamaian antar pihak tersangka dengan pihak korban Muhamad Niki Juliansyah, serta sepakat menyelesaikan perkara ini diluar Pengadilan. (Amris).

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250
banner 728x250