banner 728x250

KGBN Bantaeng Gelar Temu Pendidik Nusantara ke-10

IMG-20230805-WA0022
IMG-20230805-WA0019
IMG-20230805-WA0020
IMG-20230805-WA0021
IMG-20230805-WA0019
IMG-20230805-WA0022
IMG-20230805-WA0020

BANTAENG – Kelompok Guru Belajar Nusantara menggelar Temu Pendidik Nusantara X (TPN X). Bupati Bantaeng Ilham Azikin menghadiri sekaligus membuka kegiatan yang di laksanakan di Lapangan PELTI, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Sabtu (5/8).

Kegiatan yang dihadiri 1.154 pendidik itu mengusung tema “Tumbuh Berkelanjutan, Perubahan Pendidikan Melampaui Ruang Kelas”

Hadir dalam kegiatan tersebut merupakan tokoh publik diantaranya Bupati Bantaeng, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Bagian Umum Balai Besar Guru Penggerak Sulawesi Selatan dan tokoh pendidikan lainnya.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak; Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng, Komunitas Guru Belajar Nusantara Bantaeng, Komunitas Belajar.id Bantaeng, Guru Penggerak Kabupaten Bantaeng dan lainnya.

Bupati Bantaeng Dr H. Ilham Syah Azikin dalam sambutanya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendidik di Kabupaten Bantaeng yang terus menjaga semangat kebersamaan dan praktik-praktik baik.

Dihadapan ratusan pendidik yang hadir, Bupati peraih Satyalancana Wira Karya itu menyampaikan dua hal penting. Pertama, praktik baik yang hadir di lingkungan sekolah idealnya dapat dibagi dan diadaptasi di sekolah yang lain.

“Praktik baik yang ada di sekolah harus dapat dibagi dan diadaptasi sekolah yang lain. Kalau ada yang baik kemudian kita bagi saya yakin akan membawa kebermanfaatan bagi orang banyak,” kata dia.

Ke dua, segala sesuatu yang baik dalam lingkungan sekolah memberikan ruang interaksi bagi masyarakat, pungkasnya.

Guru Hadrawi selaku ketua panitia sekaligus penanggung jawab dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa tema ini menandakan bahwa seorang guru tetaplah senantiasa belajar. Kegiatan ini akan terus berkelanjutan, teman-teman guru di daerah mengamini kebijakan-kebijakan dari pusat bahwa guru punya power yang lebih besar lagi untuk kemudian menerapkan pembelajaran yang berpihak kepada murid.

“Sebelum mengajar Guru haruslah belajar terlebih dahulu agar ia tetap mengikuti perkembangan zaman,” ungkap Hadrawi.

Pada kesempatan itu, Guru Hadrawi pun bercerita bahwa ia mampu berdiri sampai di sini dan menjadi Guru, berkat kemakhirannya di dunia teknologi.

Ia pun merasa bersyukur dikarenkan ilmunya dapat bermanfaat hingga dikenal oleh banyak kalangan pendidik dan terinspirasi dari sosok Gurunya terdahulu yang senantiasa memotivasi hingga saat ini guna menggerakkan perubahan.

Guru Herman, selaku pembicara di kelas kemerdekaan; merasa bersyukur mengikuti kegiatan kali ini, mengingat ini kali pertama mengikuti TPN. ” Kegiatan TPN ini membawa kesan positif bagi saya berbagi praktik baik dengan guru-guru lain.”

Ia pun berhaap Agar kegiatan ini terus berlanjut, kalau bisa informasi ke depannya lebih disebar luaskan lagi kepada setiap insan pendidik agar praktik baik serta pembelajaran yang kita dapatkan lebih baik dan banyak lagi.”

Terkait inovasi pembelajaran yang ia paparkan, penggunaan aplikasi via Phet sebagai alternatif Guru yang kekurangan media, aplikasi ini hadir untuk memecahkan masalah menambah media sesuai dengan bahan yang akan kita ajarkan.

Adapun TPN X ini menyelenggarakan kelas kemerdekaan diisi 12 pembicara dan kelas kompetensi atau kegiatan Cerdas Cermat Guru (CCG) yang memuat 38 tim dari satuan pendidikan berbeda-beda, kegiatan ini juga dirangkaian dengan pameran karya Guru dan murid dan dilaksanakan secara langsung. (Ta)

error: Content is protected !!
banner 728x250