banner 728x250

BI Babel Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi 2023 dan Pemberian TPID Award, Presiden Perintahkan Ini

IMG-20230831-WA0032
IMG-20230831-WA0031

PANGKALPINANG — Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Faturachman mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2023 dan Pemberian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award secara virtual dari Ruang Tanjung Kelayang BI Babel, Kamis 31 Agustus 2023.

Kegiatan yang terpusat di Istana Negara ini dengan tema “Memperkuat Sinergi dan Inovasi untuk Stabilisasi Harga Menuju Ketahanan Pangan Nasional Yang Berkelanjutan,” dan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Turut pula hadir di acara ini, diantaranya Ketua BPK RI Isma Yatun, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Sedangkan di Babel, acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Keuangan Perwakilan Bababel atau Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Edih Mulyadi, Wadir Reskrimsus Polda Babel AKBP Slamet Adi Purnomo dan stakeholder terkait.

Presiden menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim Pengendalian Inflasi, baik ditingkat pusat maupun di daerah, serta para gubernur, para bupati dan para walikota.

“Kita tahu inflasi sangat terkendali di angka 3,08% di Juli 2023. Ini angka yang sangat baik sekali kita bisa mengendalikan harga barang dan jasa,” tutur Jokowi.

Menurut Presiden, pengendalian inflasi biasanya dilakukan oleh Bank Sentral, yakni Bank Indonesia melalui kenaikan suku bunga, nilai tukar.

“Bayangkan mengendalikan inflasi dengan kenaikan suku bunga kalau pasokannya tidak baik, toh tidak memiliki hasil yang tidak main-main. Dikendalikan dengan moneter dan kenaikan suku bunga tapi distribusi barangnya terganggu, jalannya rusak semua tidak ada artinya dan ini kombinasi antara kebijakan moneter, fiskal dan juga pengecekan di lapangan secara maksimal ,” kata Jokowi.

Maka dari itu, Presiden Jokowi memerintahkan agar mengoptimalkan fiskal daerah untuk pengendalian inflasi.

“Dan untuk jangka panjang, saya minta untuk menguatkan sarana prasarana pertanian, perkebunan. Kalau setiap tahun problem di inflasi selalu cabe, cabe rawit, cabe merah dan daging ayam diselesaikan ya, cari investor bikin ternakan di provinsi atau daerah bapak ibu semuanya,” tutup Eks Gubernur Jakarta Periode 2012-2014 ini. (bai)

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250
banner 728x250