banner 728x250

Diduga Fiktif, Penyimpangan Kredit BPRS Pangkalpinang 2013-2020 Naik ke Penyidikan

PANGKALPINANG – Tim Penyelidik Kejaksaan Negeri Pangkalpinang saat ini telah menaikan penyelidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Penyimpangan Kredit di BPRS Kota Pangkalpinang Tahun 2013-2020 ke tahap penyidikan.

Ditingkatkan kasus ini ke penyidikan berdasarkan hasil gelar perkara/ekspose Tim Kejari Pangkalpinang pada 12 Oktober 2023 lalu.

Kepala Kejari Pangkalpinang, Saiful Bahri Siregar mengungkapkan bahwa jaksa meningkatkan status dari dugaan perkara Tipikor itu dari penyelidikan ke penyidikan setelah melewati berbagai tahapan, mulai dari pengumpulan data, pemeriksaan saksi hingga melakukan ekspos.

“Hari ini, kami meningkatkan ke penyidikan kasus dugaan Tipikor Penyimpangan Kredit di BPRS Kota Pangkalpinang,” ungkapnya saat konferensi pers, Senin 16 Oktober 2023.

Menurut Saiful Bahri Siregar, ada 10 orang saksi yang telah diperiksa sehingga perkara ini ditingkatkan ke penyidikan.

“Tim telah menemukan adanya suatu rangkaian peristiwa yang dikategorikan sebagai perbuatan pidana dalam proses pembiayaan di BPRS Babel Cabang Pangkalpinang. Hal ini berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi (10 orang) terdiri dari pihak BPRS, Debitur, dan pihak-pihak lain serta pengumpulan data/dokumen,” jelasnya.

Maka dari itu, Kajari menegaskan serangkaian pemeriksaan saksi hingga pengumpulan data bisa menjadi alat bukti bagi jaksa untuk menentukan adanya dugaan Tipikor.

“Yang terjadi adanya indikasi penyimpangan pengajuan kredit, jaminan fiktif, tidak sesuai peruntukan penggunaan uang,” tutup Siregar.
(bai)

error: Content is protected !!
banner 728x250