banner 728x250

Puluhan WBP Pangkalpinang Serbu Mobile VCT & Rikkes

PANGKALPINANG — Sebanyak 40 Warga Binaan Lapas Pangkalpinang mengikuti kegiatan Mobile VCT dan pemeriksaan kesehatan (Rikkes) sebagai langkah deteksi dini terjadinya pencegahan penularan HIV/AIDS yang digelar di Klinik Pratama Lapas ini, Selasa (24/10/2023).

Selain itu, acara ini dihadiri oleh Kepala Subbidang Bimbingan dan Pengentasan Anak Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Babel, Rita Ribawati

Sebelum kegiatan dimulai, Kepala Lapas Pangkalpinang, Badarudin, memberikan penguatan.

Ia mengatakan bahwa program deteksi dini ini merupakan salah satu dari tiga Kunci Pemasyarakatan Maju (Back to Basics), dengan aspek melakukan deteksi dini, berperan aktif dalam pemberantasan peredaran narkoba, serta senantiasa membangun sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya.

Dengan begitu, Kalapas berharap Warga Binaan yang ikut dalam kegiatan ini dapat menerapkan informasi yang diperoleh menjadi deteksi dini agar terhindar dari HIV/AIDS.

“Apabila Warga Binan ada yang tertular atau tidak, jangan khawatir. Setelah diketahui positif, segera akan tindaklanjuti dengan pengobatan yang lebih terfokus sehingga bisa dilakukan tindakan deteksi dini dengan penanganan yang tepat,” kata Badarudin.

 

Kasi Pembinaan Narapidana/Anak Didik Adam Ridwansyah, membuka secara langsung kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini akan diberikan sekilas informasi terkait HIV/AIDS.

“HIV, yaitu virus yang menurunkan kekebalan tubuh manusia, AIDS adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh, seperti TBC, kandidiasis/jamur di mulut, radang kulit, paru, saluran pencernaan, otak dan kanker. AIDS disebabkan oleh infeksi HIV,” jelasnya.

Adam mengucapkan terimakasih kepada Puskesmas Gerunggang yang telah bersedia membantu dalam pelaksanaan kegiatan deteksi dini, dan berharap agar semua Warga Binaan dapat mengikuti dengan baik dan seksama.

“Semua peserta yang ikut kegiatan ini harus benar-benar memahami tindakan preventif pencegahan penularan HIV/AIDS, sehingga nantinya mampu mengatasi dan mengurangi risiko penularannya,” harap Adam. (bai)

error: Content is protected !!
banner 728x250