banner 728x250

Saresehan Membangun Pariwisata Berbasis Budaya Dihadiri Dr. Hudiyono, M.Si

SIDOARJO – Untuk meningkatkan nilai tambah desa wisata yang saat ini sedang digencarkan oleh pemerintah provinsi Jawa Timur, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur menggelar saresehan dengan tema “Membangun ekosistem pariwisata berbasis budaya” di balai desa Kedungpandan dihadiri sekitar seratus limapuluhan peserta pasa hari Selasa (14/11/2023).

Dr. Hudiono M.Si yang akrab dipanggil Cak Hudd merupakan tokoh penggiat budaya mengatakan, SDM manusia itu merupakan bagian yang terpenting dalam suatu pembangunan seperti yang dikatakan nara sumber tadi. Beliau ingin desa ini bisa menjadi desa mandiri, desa penghasil devisa, desa cerdas karena di Kecamatan Jabon banyak peninggalan-peninggalan bersejarah juga tempat pariwisata. Maka bagaimana membangun wisata berbasis budaya itu bagian terpenting dalam suatu desa wisata.

“SDM itu bagian terpenting dalam suatu pembangunan khususnya pembangunan di desa wisata berbasis budaya seperti yang ada di kecamatan Jabon dengan banyaknya peninggalan-peninggalan bersejarah serta tempat pariwisata alamnya, ” kata Hudiono.

“Pembangunan itu harus diawali dari desa dan dibutuhkan sinergitas dari pemerintah pusat hingga pemerintah Desa serta kerjasama dari semua komponen masyarakat seperti tokoh agama, tokoh masyarakat,” ungkapnya.

Cak Hudd menambahkan pembangunan itu harus diawali dari desa dan sumber daya manusia itu bagian dari penggerak, penentu dalam suatu pembangunan. Masyarakat di desa ini bersama-sama dengan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, tokoh masyarakat, tokoh agama, yang punya potensi pariwisata dan budaya ke depannya.

Tokoh Penggiat Budaya dari Partai Demokrat ini lebih lanjut megutarakan, untuk mewujudkan pembangunan tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang handal, yang kuat, kompak dan sinergi, oleh karena itu warga di sini yang dekat dengan tempat wisata diberikan semacam wawasan wawasan tentang bagaimana wisata berbasis budaya.

” Pembangunan membutuhkan sumber daya manusia yang handal dan wawasan tentang wisata berbasis budaya,” imbuhnya.

Cak Hudd menekankan bahawa Sapta Pesona itu suatu keharusan suatu standart dalam mengelola wisata, tentu kalau dalam pengelolaan wisata tidak maksimal maka mulai manajemennya, aksesnya, UMKMnya, kegiatannya, sumber daya manusianya itu harus ditingkatkan. Orang berwisata itu butuh perubahan dan pembaruan kedepannya. Sektor wisata itu juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kreatif. Di Jawa Timur pertumbuhan ekonomi dari sektor ekonomi kreatif cukup besar hampir di atas 50%.

“Sapta Pesona merupakan suatu keharusan untuk mengelola pariwisata baik itu wisata alam, buatan maupun wisata budaya, ” terang Cak Hudd

“Pembangunan berbasis wisata diawali dari desa wisata dan Jawa Timur satu-satunya provinsi yang terbaik Desa wisatanya dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Kata Hudiyono, diawali dari pembangunan di desa wisata berbasis budaya, berbasis alam itu kita dukung karena di Jawa Timur satu-satunya provinsi yang terbaik se-indonesia, terbanyak di Indonesia mendatangkan wisatawan sebanyak tiga ratus lima puluh juta perputaran ekonomi hampir sembilan ratus enam puluh miliar rupiah. Kalau desa bisa mengembangkan sektor wisata cukup besar dan bisa mendatangkan wisatawan yang banyak menjadi desa yang mandiri, penghasil devisa oleh karena itu peran sumber daya manusia melalui tata kelola manajerial itu harus dikuatkan diawali dari pertemuan-pertemuan seperti saat ini.

“UMKM bagian dari dampak ketika ada tempat wisata yang dikunjungi oleh wisatawan banyak UMKM itu menjadi ikon untuk memberi kesempatan kepada masyarakat lokal, yang punya produksi lokal bisa mengapresiasikan ke tempat wisata itu sehingga bisa menjadi penunjang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(msa)

error: Content is protected !!
banner 728x250