banner 728x250

Setelah Berhasil, Penyidik Jampidsus Kembali Usut Kasus Korupsi BTS 4G dan TPPU

JAKARTA – Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) bergerak cepat kembali mengusut kasus korupsi dan pencucian uang Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2020 sampai 2022 dengan memeriksa empat orang saksi pada Rabu (20/12/2023).

Menurut Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana empat orang saksi itu adalah DT selaku pihak swasta PT Kencana Mandiri Sejahtera, DB selaku pihak swasta PT Telnusa Intrakom, AI selaku pihak swasta PT Kedung Nusa Buana dan GJA selaku pihak swasta PT Ecompalindo.

“Adapun keempat orang saksi diperiksa terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi (TPK) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2020 sampai 2022 atas nama Tersangka MFM dkk,” ujar Ketut pada Rabu (20/12/2023).

Sehari sebelumnya, penyidik juga telah memeriksa dua orang saksi. Kedua saksi tersebut berinisial YG selaku Kepala Sekretariat Auditor Utama Keuangan Negara III dan IDS selaku pihak PT Duta Hita Jaya.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud,” ujarnya pada Selasa (19/12/2023).

BERHASIL

Seperti yang diketahui, Penyidik Jampidsus Kejagung RI telah berhasil mengusut dan membuktikan kasus mega korupsi pembangunan menara BTS 4G yang merugikan keuangan negara sekitar Rp8,3 triliun tersebut.

Keberhasilan tersebut terbukti dengan sudah divonisnya sebagian pejabat, diantaranya mantan Menteri Komunikasi dan Informasi Jhonny G Plate dan anggota BPK Achsanul Qosasi.

Nah, kenapa Kejaksaan terus mengusut kasus korupsi BTS 4G ini, karena aliran dana Rp8,3 triliun tersebut mengalir kemana-mana. Aliran dana tersebut semakin jelas, karena para pelaku seperti Irwan Hermawan ‘bernyanyi’ soal penerima uang korupsi tersebut.

Terungkapnya Achsanul Qosasi selaku anghota BPK juga karena ‘nyanyian’ Irwan Hermawan. Selain itu 16 orang juga sudah ditetapkan menjadi tersangka, dan sebahagian sudah disidangkan. (Amris)

error: Content is protected !!
banner 728x250